Pada akhir 2014, Garin Nugroho memberi tahu Mouly Surya dan Rama Adi tentang ide ceritanya dengan judul “Perempuan”. Nugroho tertarik untuk menginisiasi proyek ini dengan Mouly Surya sebagai sutradara. Bekerja di bawah Cinesurya Pictures dengan produser Rama Adi dan Fauzan Zidni, “The Woman” berkembang menjadi “Marlina the Murderer in Four Acts.” Awal tahun 2016, Cinesurya memperoleh hak produksi dan distribusi untuk cerita ini.

Film ini dibuat di Sumba, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Sumba adalah memiliki keindahan yang khas, baik dari alam maupun budaya. Apa yang terjadi dalam cerita tersebut mencerminkan apa yang terjadi dalam masyarakat tradisional; Itu bukanlah sebuah tradisi, tapi itu terjadi beberapa kali sebelumnya, lalu didramatisir menjadi film fiksi.


At the end of 2014, Garin Nugroho told Mouly Surya and Rama Adi his story idea with working title “The Woman.” Nugroho was interested to initiate the project with Mouly Surya as the director. Working under Cinesurya Pictures (linked to Cinesurya Website) with producers Rama Adi and Fauzan Zidni, “The Woman” developed into “Marlina the Murderer in Four Acts.” Early 2016, Cinesurya obtained the production and distribution rights of the story.

The film set in Sumba, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sumba island is a peculiar beauty, both in nature and culture. What happened in the story reflected what happened in the traditional society; it was not a tradition, but it happened a few times before, dramatized into a fictional motion picture.